IMG-LOGO
Berita Lokal

Senam Kaki Diabetik Sebagai Upaya Peningkatan Sensitivas Kaki Pada Penderita Diabetes Melitus

Create By Dwi Wahyuni 20 February 2025 26 Views
IMG

Sidorejo, 5 Februari 2026 -   Pengabdian pada masyarakat dari STIKES Karya Bhakti Nusantara Magelang kali ini menghadirkan sasaran penderita diabetes melitus di Desa Sidorejo. Dengan tema "Senam Kaki Diabetik Sebagai Upaya Peningkatan Sensitivitas Kaki" diharapkan penderita diabetes melitus di Desa Sidorejo lebih teredukasi dan semakin peduli dengan kesehatan. Di Desa Sidorejo sendiri masyarakat sudah rutin cek gula tiap bulan di posyandu terdekat. 

    Pelaksanaan kegiatan ini sepenuhnya dibiayai oleh STIKES KBN Magelang dan dilatarbelakangi oleh tingginya angka penurunan sensitivitas kaki pada penderita diabetes melitus yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius seperti luka kaki diabetik, ulkus, hingga amputasi. Berdasarkan hasil penjajakan awal banyak penderita diabetes melitus di Desa Sidorejo mengeluhkan kondisi kaki yang sering terasa pegal, mudah lelah, serta berkurangnya kemampuan merasakan luka atau cedera kecil. Selain itu praktek perawatan kaki secara mandiri, khususnya melalui senam kaki diabetik masih tergolong rendah.

    Kegiatan ini berlangsung pada periode November 2025 - Januari 2025 dengan responden penderita diabetes melitus di Desa Sidorejo sebanyak 35 orang. Kegiatan ini melibatkan tim dosen dari STIKES Karya Bhakti Nusantara Magelang yang terdiri dari : Emah Marhamah S.Kep, Ns., M.Kes , Evy Tri Susanti, S.Kep, Ns., M.Kes., Agus Setyawan , S.Kep., Ns.,M.Kep., Wahyu Tri Astuti, S.Kep.,Ns.,M.Kep., Novida Prima Wijayanti, S.Kep., Ns.,M.Kep, dan Dra. Lis Nurhayati, M.Kes. Mahasiswa juga diikutsertakan dalam kegiatan ini.

     Dalam sosialisasi dan praktek senam kaki diabetik tersebut dijelaskan tentang pentingnya perawatan kaki pada penderita diabetes melitus serta dilatih melakukan senam kaki diabetik secara langsung. Senam kaki dilakukan secara terstruktur dan dipandu oleh tim peneliti, dengan tujuan melancarkan sirkulasi darah, menjaga kekuatan otot kaki, serta membantu mempertahankan sensitivitas kaki. Responden juga diberikan penjelasan mengenai tanda-tanda awal gangguan pada kaki yang perlu diwaspadai serta pentingnya pemeriksaan kaki secara rutin. Selain diberikan edukasi dalam penelitian ini juga dilakukan pengecekan sensitivitas pada kaki responden oleh tim peneliti dan dilanjutkan dengan praktik senam kaki diabetik yang dipimpin oleh bapak Agus Setiyawan, S.Kep., Ns., M.Kep., dalam pelaksanaan senam kaki tersebut responden sangat antusias dan bersemangat melakukan senam kaki diabetik tersebut.

     Kepala Desa Sidorejo, Bapak Sudarsono dalam sambutannya mengatakan "Pemerintah Desa Sidorejo sangat mengapresiasi kegiatan ini dan kami menilai bahwa edukasi dan praktek senam kaki diabetik sangat bermanfaat serta mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi awal pengembangan program promotif dan preventif di tingkat desa khususnya dalam upaya pencegahan komplikasi kaki diabetes".

    Sedangkan Ketua STIKES KBN Magelang Ibu Wahyu Tri Astuti S.Kep., Ns., M.Kep., dalam kegiatan pembukaan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya institusi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat sejak dini. "Kegiatan ini merupakan wujud nyata peran STIKes KBN Magelang dalam pengabdian dan penelitian yang berorientasi pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya dalam pencegahan komplikasi diabetes melitus. Kami berharap hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat nyata, meningkatkan kesadaran, serta menjadi langkah preventif bagi penderita diabetes".

    Penelitian senam kaki diabetik pada masyarakat yang menderita diabetes melitus di Desa Sidorejo Bandongan diharapkan dapat memberikan manfaat dalam mencegah komplikasi kaki pada penderita diabetes melitus. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk nyata kontribusi STIKES  KBN dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pendekatan edukatif dan preventif yang berkelanjutan.